headermask image

header image

Perkembangan Tekhnologi dan Kebijakan Negara

Bismillah Ar-rahman Ar-rahim. Baca selengkapnya »

Catatan Dan Tekhnologi

Bismillah Ar-rahman Ar-rahim

Catatan atau Data adalah kata yang umum sekali kita dengar. Dulu ketika saya memulai sekolah pada tahun 1973 di sebuah kota yang terhitung kecil tepatnya di Banjarbaru Kalimantan selatan, setiap murid sekolah dasar kala itu, pastilah mengenal buku tulis tipis berwarna biru tua, produksi pabrik kertas Basuki Rahmat Banyuwangi.

Buku itu agar menjadi terlihat lebih rapi, biasanya diberi sampul kuning yang tidak cerah sifat warnanya, saya pikir sampul jenis ini masih cukup banyak beredar di pasaran sampai saat ini. Setelah kelas 3 SD (tahun 1976) barulah, saya mengenal bentuk buku tulis lain yang lebih tebal, sungguh saya lupa merek dari buku tulis yang sering dipakai kala itu, yang jelas disainnya dan warnanya masih amatlah sederhana, dibandingkan dengan buku tulis yang sekarang dipakai pada era 2000 ini.

Buku-buku itu dipakai sebagai alat untuk mencatat, biasanya level pendidikan yang lebih tinggi, menggunakan buku yang ukurannya lebih tebal. Sehingga sungguh tidak ada alternative selain “mencatat” jika ingin memperoleh nilai yang baik dalam satu mata pelajaran. Berbeda dengan kini, kita dapat belajar melalui internet, pembelajaran melalui CD, DVD dan sebagainya.

Diakhir era 70 atau awal 80an barulah dikenal proses belajar melalui tape recorder, itupun masih pada kalangan yang sangat terbatas. Namun setelah 35 tahun terhitung saya duduk di kelas 1 SD, sungguh banyak terjadi lompatan pengetahuan tentang cara pencatatan, penyimpanan data atau tekhnologi pembelajaran bagi kita atau umat manusia.

Pada tahun akhir tahun 70 atau awal tahun 80an komputer telah mulai dikenal oleh kalangan yang sangat terbatas di Indonesia. Komputer tidak lagi hanya, di disain untuk kantor dan pabrik atau industri saja tapi telah diperluas sampai kepada penggunaan pribadi atau perorangan. Dengan istilah yang PC  (Personal Computer) yang kala itu  program yang digunakan adalah produksi Machintos Apple atau Microsoft dan lain-lain, Hard warenya kala itu hanya diproduksi oleh IBM saja.

Setahu saya PC generasi pertama, bentuknya relative besar dengan monitor monochrome tanpa Hardisk, ukuran diskketnya pun yang sangatlah besar. Pada saat itu, cara kerja komputer : Pertama komputer dihidupkan kemudian masukan disket operating sytem, setelah ada koneksi antara bahasa mesin dan bahasa komputer melalui media operating system maka program dapat dimasukan.

Kedua, setelah program dapat berjalan mulailah kita bekerja, missal jika kita ingin mengetik naskah cerpen maka pengolah kata seperti Chi Writer, Word Perfect atau WS. Selanjutnya Jka kita ingin mengerjakan hitungan biasanya dengan program Lotus 123. Kala itu jika dibanding dengan saat ini (tahun 2008) program untuk membuat gambar atau desain, menghitung relative masih sangatlah sederhana. Pada beberapa keadaan mungkin lebih baik dikerjakan secara manual, namun pada saat itu telah timbul sebuah trend “sesuatu ang dikerjakan dengan computer pasti lebih baik”. Operating system legendaris di Indonesia adalah operating system produksi Microsoft dengan lebel MS-DOS kala itu.

Setelah era disket masuklah ke era Hardisk, bermula dari 5 MB, sampai diakhir 90 an telah lahir Hardisk dengan daya tampung mencapai 1 Giga byte. Procesor pada awal tahun 80an hanya bermula dari model komputer XT (tanpa hardisk), komputer AT dengan harddisk, mulai dari seri 286, kemudian era 386 SX, 386 DX, 486 SX, 486 DX, Pentium 1, Pentium 2 dan sekarang sudah sampai pada era Pentium dual core dan Pentium Core2duo. Panjang jalan yang telah dilalui untuk pencapaian teknologi seperti saat ini, namun waktu yang dibutuhkan relative sangatlah singkat .

Pada awal tahun 90an telah dimulai eranya Windows, program komputer dengan basis MS-DOS telah mulai berakhir. Artinya kita mulai dibiasakan dengan program multi tasking, dengan terjemahan gamblang kita dapat mengerjakan banyak hal dalam waktu yang bersamaan. Ringkasnya ketika di era MS-Dos jika  kita mengerjakan program WS untuk mengetik suatu naskah, kita harus keluar adan mematikan program untuk mengerjakan hitungan statistic SPSS. Di era Windows ini ketika kita mengerjakan penulisan naskah dengan Word Perfect under Windows kita masih dimungkinkan  mengerjakan hitungan statistic dengan SPSS under Windows, bahkan mengkomparasi file tulisan dan hitungan tersebut.

Selanjutnya rupa-rupanya Microsoft melihat peluang yang lebih besar untuk menyatu padukan pekerjaan orang pada umumnya, yang kemudian mulanya coba diwadahi oleh Windows versi 3.1. Kemudian  direvisi menjadi Windows versi 3.3. Dan akhirnya lahirlah  Windows versi 95 dengan program Microsoft Office 95 yang mengguncang dunia itu. Keluarnya Office versi Microsoft adalah tanda dimulainya era Microsoft menguasai pasar program komputer dunia hingga saat ini. Hal ini ditandai dengan pencantuman Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia dari berbagai versi selama beberapa tahun.

Selain penomena Bill Gates dengan Windowsnya patut pula kita perbincangkan. Mulai dikenalnya CD pada Personal Computer (PC). Pada awal tahun 90an mulai dikenal media lain untuk penyimpanan data, yang pada saat dan sampai kini disebut CD, untuk membaca data di dalam CD diperlukan CD-ROOM. Mulai saat inilah perkembangan multi media bergerak luarbiasa cepatnya. Program paketan yang sangat popular pada saat itu, adalah Sound Blaster and CD-ROOM. Pada era ini sungguh saya terkagum-kagum inseklopedia yang berjilid-jilid dapat dituntaskan dengan 1 atau 2 keping CD, dan yang luar biasa, disertai animasi atau cuplikan film yang diperlukan untuk melengkapi keterangan teks.

Kecepatan membaca CD-ROOM dari 1X  sampai 52X hingga 60X dan seterusnya, mulanya CD adalah alat untuk menyimpan data saja, untuk menampilkan sesuatu misal ; film, lagu, teks, animasi atau game artinya bersifat read only  atau hanya dapat dibaca saja. Pada awalnya memang CD-ROOM hanya berguna sebagai alat untuk membaca program di CD saja, tidak dapat menuliskan sesuatu di CD. Untuk menuliskan sesuatu di CD atau Burning (istilah yang popular) kala itu haruslah dengan peralatan atau mesin khusus, sehingga pembajakan CD kala itu haruslah dilakukan oleh orang-orang dengan modal besar, berbeda dengan kini pembajakan dapat dilakukan pada kelas kaki lima.

Pada akhir era 90 an lahirlah CD-ROOM yang dapat menuliskan sesuatu di CD yang kemudian dikenal dengan sebutan CD-RW (CD-Raid and Write). Setelah era CD masuklah ke era DVD dengan daya tampung yang berlipat dan kerapatan data yang lebih kompak sehingga DVD diyakini dapat menyajikan gambar dan suara yang lebih baik, ini bahasa promosi yang sering digunakan, sesungguhnya kualitas gambar, dan suara juga berhubungan erat dari sumber data yang direkam, jadi bila sumber asalnya data dari VCD tetap saja kualitasnya seperti VCD, jika sumber datanya MP3 tetap juga kualitas suaranya MP3, walau media penyimpannya DVD.

Ketika CD mulai dikenal saya demikian terkagum-kagum atas segala penemuan umat manusia ini, saya berpikir sudah demikian optimal teknologi ini. Namun sungguh diluar perkiraan saya, ternyata  kecepatan berlari teknologi adalah luar biasa cepatnya. Saat ini Chip yang disebut memori semakin besar saja kapasitasnya, kapasitas yang besar ini bisa menyimpan ribuan lagu, ceramah agama, film yang di pampatkan datanya, dan sebagainya.

Sungguh media penyimpanan ini adalah benda netral yang dapat dipakai untuk hal-hal yang baik atau buruk, jadi tergantung kita saja yang menggunakannya. Artinya semakin simpelnya cara menyimpan data, adalah sebuah pertanda telah berkembangnya teknologi secara luar biasa. Setidaknya hal ini tergambar dari serpihan pengalaman yang dapat saya ingat, selama 35 tahun, sejak saya memulai pendidikan di sebuah kota kecil bernama Banjarbaru.

Beberapa waktu yang lalu ketika seseorang berjalan dengan berkalung flaskdisk, atalah pertanda orang itu dekat dengan teknologi, dan saat ini  era flaskdisk sudah mendekati akhir zaman keemasannya, sebagaimana hardisk internal, kemudian CD dan DVD. Kemajuan apa yang dapat dicapai pada 35 tahun yang akan datang? Sebuah pertanyaan yang mengundang kemungkinan banyak sekali jawaban dan dugaan……kita lihat saja nanti…..apa yang akan terjadi pada masa datang….

Walahualam bi’sawab

Ancam-Mengancam Sebelum Mudik Lebaran

Bismillah Ar-rahman Ar-rahim.

Lebaran sebentar lagi, Ramadhan hampir berakhir, kantor-kantor telah diliburkan, banyak pegawai yang mudik. Kejadian ini terus berulang setiap akhir Ramadhan. Namun ada item yang terlewatkan khususnya bagi kaum pegawai, yaitu ; Tradisi ancam mengancam setiap musim mudik dimulai. Saya sebutkan sebuah tradisi karena setiap tahun hal ini selalu terjadi, setidaknya dalam beberapa tahun terakhir ini. Lontaran ancaman bertubi-tubi, yang intinya meminta kepada para  pegawai (PNS) dilarang keras molor mudiknya. Tak tanggug-tanggung yang mengeluarkan ancaman mulai dari Bupati,Walikota, Sekda Kabupaten, Sekda Kota, Sekda Provinsi, Gubernur sampai tuan  Menteri yang terhormat. Baca selengkapnya »

Jakarta Yang Sangat Luas Dan Beragam, Hakekat Dari Sempitnya Dunia

Bismillah Ar-rahman Ar-rahim
Dalam satu atau dua bulan terakhir ini, kantor tepat saya bekerja, beberapa kali menugaskan saya untuk datang ke Jakarta. Jika ke Jakarta agenda yang selalu saya anggap penting adalah bertemu dengan kawan-kawan lama, yang kebetulan berprofesi sebagai jurnalis. Walau ada perbedaan rentang usia yang agak jauh antara saya dengan kawan-kawan lama itu, namun sungguh hal ini bukanlah problem yang berarti bagi kami, dalam menjalin persahabatan.

Biasanya pertemuan dan perkawanan itu dihabiskan pada pojok-pojok yang menyediakan layanan Wifi atau Hotspot. Melalui kongkow-kongkow ini saya jadi memahami tabiat terbaru, dari beberapa kelompok masyarakat di Jakarta yang beragam dan sangat meriah itu. Ada sekelompok muda di Jakarta, yang sangat gemari nongkrong di café yang ada menyediakan layanan Wifinya, sambil diiringi musing yang berdentam dengan kuat, yang nongkrong ditempat seperti ini sebagian besar adalah orang-orang asli Indonesia.

Sekali waktu di kawasan Menteng tempat kami nongkrong, pernah kami bertemu dengan pasangan yang tidak biasanya. Seorang pemuda yang dari wajahnya mungkin berasal dari syiria, spanyol atau apalah saya juga tidak mengetahui persis. Sedangkan si wanita dari warna kulit dan wajahnya jelas dari ras Africa, mereka berdua berjalan dengan sangat mesra . Tulisan ini bukan ingin menghidupkan diskriminasi warna kulit atau ras, namun hanya ingin menggambarkan bahwa dunia kita saat ini relative tanpa batas, dan tak ada yang bersifat absolute jika menyangkut kecocokan dalam memilih pasangan.

Lain waktu kami nongkrong di kawasan Kuningan, pokoknya lokasi nongkrong kami dekatlah dengan lokasi tertangkapnya Al-Amien Nasution (sang anggota DPR yang terhormat itu oleh KPK). Perlu juga diketahui di lokasi ini 90% yang nongkrong atau pengunjungnya adalah orang bule dari Amerika, Australia, Inggris dan lainnya, pokoknya tempat itu dipenuhi oleh para ekspatriat atau pekerja asing di Jakarta. Karena sebagian besar yang nongkrong para pekerja asing maka usianyapun relative sudah agak tua-tua, mungkin kamilah gerombolan yang termuda di lokasi ini. Bisa jadi kami juga yang salah mencari tempat nongkrong….ha…ha…

Dari informasi teman-teman jurnalis kami pernah juga nongkrong di kawasan Kemang Jakarta Selatan. Woow yang ngumpul disini sebagian besar ABG di Jakarta, Mereka datang dengan aneka dandanan yang menyegarkan setidaknya bagi saya yang masih terkatagori lelaki normal. Sehingga jika malam Sabtu dan malam Minggu kawasan ini luar biasa ramainya. Jika coba saya amati pengujung yang datang, dan sebagian besar yang datang adalah ABG Indonesia asli. Yang menarik ternyata menu yang ditawarkanpun sangat beragam, dari Shisa rokok ala budaya arab, sampai dengan spagheti ala budaya Italia, dan yang paling penting harganya terjangkau, bagi kocek orang muda kita

Berkat jalinan komunikasi dan informasi kawan-kawan jurnalis ini, setelah mendengar kabar, kamipun mencoba nongkrong pada lokasi lain di kawasan Kemang juga. Woow pada titik ini kami serasa berada di Kuta Bali karena benuh dengan bule, yang agak istimewa dari tempat ini yang nongkrog adalah bule yang masih ABG. Laku dan tingkahnya yach…. has ABG lah. Sampai ada guyonan dari teman-teman jurnalis, “Aku takut kalo lokasi ini jadi sasaran Bom berikutnya…” (Mudah-mudaha aja nggak ya…..)

Dari rangkaian “penongkrongan ” ini, saya jadi semakin yakin bahwa komunikasi nir kabel via internet sudah semakin menyerbu kehidupan kita, artinya tempat-tempat nongkrong, terasa kurang sip jika tidak tersedia layan Wifi gratis. Berkat jalinan komunikasi inilah dunia menjadi tanpa batas. Batas yang ada hanyalah garis territorial belaka atau dalam pemahaman administrasi saja. Sementara untuk selera dan rasa, mohon maaf; “Pada saat ini” relative tidak ada batasnya kalau meminjam istilah urang Banjar “Sudah kada bakamus lagi”. Sehingga jika dilukiskan dengan kata-kata ada kesannya agak berlawanan, Jakarta yang amat beragam dan luas sesungguh menggambarkan betapa sempitnya dunia ini…..

Wallah hu alam bi sawab