headermask image

header image

SEKOLAH UNGGULAN DI KALSEL….?

Foto rekaan; ” Seandainya sekolah unggulan berdiri” 

Bismillah ar-rahman ar-rahim

Pada dasarnya ide tentang perlunya sekolah unggulan ini bermula dari, pemahaman bahwa siswa tidak dapat diseragamkan perlakuannya dalam konsep pendidikan. Artinya harus ada range atau rentang ukuran kemampuaan siswa, melalui rentang ukuran inilah kemudian dilahirkan konsep pembelajaran yang diperkirakan cocok bagi mereka. Suatu misal bagi beberapa anak diperlukan Sekolah Luar Biasa type A, B atau C dengan konsep berpikir yang sama kemudian lahirlah pemikiran perlunya sekolah unggulan bagi anak yang diklasifikasikan berkemampuan lebih

Berawal dari dengan berdirinya SMA Taruna Nusantara di Magelang, yang digagas Jend. L.B. Moerdani (Alm.) Secara perlahan namun pasti, langkah ini di ikuti oleh banyak pihak yang juga merasa perlu mendirikan sekolah unggulan. Pada pertengahan tahun 90 an, Kalimantan Selatan pun merasa perlu mendirikan sekolah unggulan untuk menampung para pelajar yang dianggap “berkemampuan lebih”.

Dengan mensiasati bantuan dana salah satu lembaga donor Internasional untuk membangun sebuah SMA (biasa), dimodifikasi dengan dana APBD Tk I dan TkII (istilah waktu itu), sehingga menjadi SMA yang memiliki fasilitas lengkap (unggulan). Waktu telah berlalu, pejabat yang menangani silih berganti, persiapan terus dilakukan secara bertahap. Pada saat Assiten III Sekwilda dijabat oleh Drs. Raymullan Alm., keinginan “urang banjar” memiliki sekolah unggulan nyaris terkabul.

Konsolidasi berbagai pihak yang berkepentingan hampir mencapai 100%. Seluruh Kandep Depdikbud Kabupaten dan Kotamadya telah dikumpulkan untuk konsolidasi yang hasilnya antara lain; Kandep Dikbud se Kalimantan Selatan siap untuk melakukan penyaringan siswa unggul dari masing-masing Kabupaten dan Kotamadya pada tahun ajaran 1999-2000.

Kanwil Depdikbud Provinsi Kalsel kala itu, di bawah koordinasi Drs. Kasim Abbdurahman, MA. telah menyiapkan dengan cukup rinci, metode mekanisme hingga persyaratan guru-guru yang akan mengajar disekolah tersebut. Bahkan Depdibud telah memindahkan Kepala Sekolah yang dinilai memiliki prestasi terbaik menjadi kepala sekolah SMA unggulan (persiapan ) tersebut.

Pada tataran dana, seluruh perwakilan Pemda Tk II, se Kalimantan Selatan plus Pemda Prov Tk I Kalimantan Selatan telah menyatakan kebulatannya, untuk siap berbagi tanggung jawab mendirikan sekolah kebanggaan ini. Dalam salah satu pertemuan konsolidasi tercatat Drs. Sofyan Arfan Alm (ketika itu Sekwilda Tk II Kodya Banjarmasin) adalah pejabat yang paling impresif mendukung gagasan tersebut, selain itu Bupati KDH Tk II Tapin adalah pejabat yang juga sangat menaruh perhatian besar terhadap gagasan ini.

Pendek kata hampir semua komponen yang berkepentingan dan menentukan dalam hal teknis pendidikan atau dana telah berada pada posisi “siaga satu” alias siap tempur. Di jajaran Pemda Tk I Kalsel, telah disiapkan tim kecil yang siap mengkoordinasikan berbagai hal. Kasubdin Cipta Karya (kala itu) Ir. Erhamna dengan beberapa staf telah demikian siap mulai dari site plane, gambar kerja hingga RAB dengan berbagai alternatif.

Assisten III Sekwilda (kala itu ) telah mengunjungi lokasi dan bangunan yang dicadangkan sebagai SMA unggulan., Jalan masuk menuju ke lokasi yang berlobang serta berliku segera disikapi, agar pada tahun anggaran terdekat (jika perlu ABT) segera diperbaiki melalui dana Inpres atau dana apa saja yang ada di Kabupaten Banjar atau Kotif Banjarbaru.

Melalui mekanisme pemerintahan yang sentralistik (masa itu) koordinasi antara pejabat Pemda Tk I dengan pejabat Pemda Tk II Banjar atau Kotif Banjarbaru guna merealisasi pembangunan jalan yang hanya lebih kurang 2,5 Km rasanya sangatlah mudah.

Pendek kata semua pihak telah memiliki kesatuan pandangan, bahwa SMU unggulan harus beroperasi paling tidak pada tahun ajaran 1999 atau 2000. Namun fakta kemudian berkata lain. Ketika Tim kecil (akan) mulai bergerak gonjang-ganjing krisis ekonomi yang dilanjutkan dengan krisis politik dan sebagainya.

Dampak dari krisis ini, hampir setiap hari demo silih berganti datang ke kantor Pemda Tk I Kalimantan Selatan. APBD Tk I Kalsel di Revisi untuk pencadangan dana ketahanan pangan dan sebagainya. Banyak pejabat yang mengambil posisi merunduk bahkan tiarap agar tidak terkena gelombang demo yang sukar diduga sasasrannya.

Ide, semangat dan perencanaan yang (hampir) jadi untuk mendirikan sekolah unggulan perlahan-lahan tenggelam ke dasar asa dan keinginan sebagaimana “Tictanic” yang tenggelam ke dalam samudra yang dingin membeku.

Jika mengingat itu, kadang-kadang hati kecil terasa pedih dan ingin menangis, “Urang Banjar” telah kehilangan tongkat yang sangat berharga. Pada masa kini rasanya sulit diharapkan Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota mau bergandeng tangan secara bersama untuk membangun sebuah sekolah unggulan.

Karena mereka terbalut egoisme otonomi yang melahirkan simbol masing-masing daerah otonom. Sehinga diakui atau tidak masing-masing Pemerintah Daerah menginginkan letak sekolah unggulan adalah di daerah nya bagi dengan alasan untuk kepentingan daerahnya sendiri pula…….. Selamat jalan …..harapan lahirnya SMA Unggulan di Kalsel……

Wallahu’alam bisawab

2 Comments so far (Add 1 more)

  1. sekolah unggulan di banjar??? kedengarannya menarik. namun ada satu fakta penting pendidikan yang tidak bisa kita lupakan. bahwa setiap siswa memiliki intelegensia yang berbeda-beda(multiple intelegence) sehinga kita tidak bisa membeda-bedakan siswa berdasarkan standar kepintaran yang kita bikin(perspektif individu).
    mungkin-kalaupun niat-membuat kemajuan pendidikan di banua kita.sebaiknya dibangun sekolah berbasis multiple intelegensia tadi sehinga seluruh potensi pelajar yang ada di banua benar-bnar maksimal.
    kasian kalau seorang penyair jenius yang tidak mampu memecahkan aljabar sederhana harus dibilang bodoh.

    1. erwin on January 28th, 2008 at 12:17 am
  2. Sedih memang … di provinsi orang SMA Unggulan itu menjadi … di kita ngak jelas juntrungnya. Bukti perhatian kita untuk pendidikan.

    Seharusnya pelibat yang mengakibatkan gagalnya gagas mulia tersebut ‘diadili’ di ‘Mahkamah pendidikan’; dalam jangka panjang itu dosa berketurunan.

    Duh … Allah tidak akan mengampuni dosa orang yang menghalangi kemajuan pendidikan.

    2. Ersis W. Abbas on January 2nd, 2008 at 12:27 am

Post a Comment

Email Anda tidak akan ditampilkan. Anda harus mengisi kolom bertanda *

*
*