
Berpose di atas jembatan yang air kalinya sangat bersih
Bismillah ar-rahman ar-rahim
Dari tanggal 17 hingga 22 Januari, saya berkesempatan mengunjungi Okinawa salah satu provinsi negara Jepang yang posisinya berbatasan langsung dengan China Taipei. Saya datang sebagai official karateka Indonesia yang berlaga dalam turnamen Kejuaraan Dunia Karate Kyokusin Versi All Kyokusin Union. Okinawa adalah kota yang terhitung tidak terlalu besar dan sibuk menurut ukuran Jepang, bahkan bandara internasionalnya yang bernama Naha International Airport terkesan sangat sederhana. Akan tetapi dibalik semua itu terdapat satu kenangan yang luar biasa tentang Okinawa, terutama mengenai kebersihan kotanya.
Sepintas yang saya lihat, kebersihan di Okinawa adalah hasil dari budaya bersih masyarakatnya. Di jalan-jalan kami lalui setiap pagi dan siang, tak pernah terlihat petugas kebersihan atau tukang sapu jalan yang mondar-mandir bekerja. Sebagai sebuah negara yang sangat maju mungkin saja mereka menggunakan tekhnologi untuk menjaga kebersihan kota. Artinya mereka memakai mesin penyapu jalan yang serba otomatis, tapi kapan bekerjanya..? Karena selama mondar-mandir di pusat kota Okinawa saya tak pernah berjumpa dengan mesin-mesin penyapu jalan otomatik itu. Jadi kapan yaa… jalan-jalan itu dibersihkan ? Satu pertanyaan yang memang terkesan bodoh untuk dilontarkan.
Selama di Okinawa hanya sekali saya bertemu denga mobil pengangkut sampah yang beroperasi sekitar jam 10 malam, dengan satu orang supir dan seorang keneknya, selain peristiwa itu takpernah sekalipun saya bertemu dengan; petugas, mesin atau apa saja yang berkaitan dengan kebersihan kota.
Konon katanya, seluruh kota di Jepang seperti Okinawa kebersihan kotanya, satu hal yang mengudang decak kagum tentunya. Selain hanya sekali bertemu dengan mobil pengankut sampah, di Okinawa juga tak terlihat Polisi yang berjaga-jaga mengatur lalu-lintas dan ketertiban lainnya. Bahkan dalam event sekelas Kejuaraan Dunia yang diikuti oleh 47 negara dari A sampi Z tak terlihat polisi berjaga atau bertugas.

Demikian bersih tangga stasiun monorel dalam kota
Semua urusan dari pengaturan antrian, penyobekan karcis hingga pengaturan tempat duduk ditangani oleh panitia penyelenggara, padahal penonton yang datang ribuan orang dan dari berbagai negara. Namun semuanya dapat berjalan tertib, sehingga timbul rasa iri di hati ini, melihat kesadaran yang telah berbuah menjadi ketertiban masyarakat di Okinawa. Memang dari budaya antri yang telah mendarah daging, kebersihan yang telah merasuk kedalam jiwa, hingga rasa taat terhadap aturan lalu lintas yang luar biasa, adalah gambaran spirit dari masyarakat Okinawa yang tak terlalu sering diteriakan, namun terus dilaksanakan oleh mereka.
Yang patut pula menjadi catatan, prosentasi orang usil di Okinawa bisa dikatakan atau nyaris tidak ada, hingga kepelosok kota Okinawa yang kami datangi, tak terlihat satupun grafiti atau coretan di dinding buah tangan orang usil. Padahal jika remaja di Okinawa, jika mau membuat grafiti kan mudah saja, karena polisi atau satpam kan terlalu banyak yang berjaga-jaga. Rupa-rupanya nilai tidak ingin menimbulkan kerusakan atau kekotoran telah sukses tertanam dan ditanamkan dalam jiwa remaja di Okinawa.
Pada malam terakhir kami di Okinawa, ingin rasanya menikmati Ayam Goreng Kentucky, dan mampirlah kami di salah satu gerai Kentucky. Bersamaan dengan kami ada sepasang remaja yang sedang makan, usai makan ternyata mereka membersihkan segala kotoran atau sampah bekas makan mereka. Artinya sampah bekas makanan mereka, diletakan pada bak sampah yang telah terbagi menjadi 3 bagian itu, kemudian talam/tatakan mereka letakan dengan rapi ditempat asalnya…..oooo rupanya selama beberapa hari ini ketika kami makan pagi di Hotel tempat kami tinggal, karena makan paginya menggunakan metode self service seperti di Kentucky , seharusnya berdasar kebiasaan di Okinawa ini, talam atau tatakan di kembalikan ketempat asal… lalu sampah sisa makanan di buang ke tong sampah yang 4 macam itu…. Setelah seluruh urusan beres barulah kami seharusnya dapat meninggalkan ruang makan…. yach jadi malu dech kalu inget hal ini…he..he..
Wallahhu’alam bisawab



















BlogoSquare
One Comment