<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="0.92">
<channel>
	<title>ogi fajar nuzuli </title>
	<link>http://ogifajar.com</link>
	<description>Ogi fajar nuzuli</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Aug 2011 09:02:58 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	<!-- generator="WordPress/3.2.1" -->

	<item>
		<title>Telah Terbit Buku Melawan dengan Budaya</title>
		<description><![CDATA[Apa kabar kawan yang baik? Lama sekali saya tidak posting di blog ini. Banyak tugas dan kesibukan yang harus saya kerjakan, sehingga blog ini jarang update. Meski demikian, saya ada kabar gembira. Baru-baru ini buku saya berjudul &#8220;Melawan dengan Budaya&#8221; sudah terbit. Buku tersebut diterbitkan oleh penerbit mingguraya PRESS. Rencananya, buku ini akan dijual dan hasil penjualan akan digunakan untuk [...]]]></description>
		<link>http://ogifajar.com/telah-terbit-buku-melawan-dengan-budaya.php</link>
			</item>
	<item>
		<title>Urang Banjarbaru, Martapura dan Pahuluan dalam Nanang Klelepon</title>
		<description><![CDATA[Secara pribadi saya memandang; telah terjadi peleburan yang bersifat luar biasa secara sosial antara urang Banjarbaru dan urang Martapura. Dengan kata lain, telah lahir kelompok lapisan yang disebut sebagai masyarakat baru, khususnya dalam hal budaya. Waktu dulu saya kecil, sekitar tahun 70an, terlihat cukup jelas style atau gaya urang Banjarbaru dan Martapura yang berbeda. Urang Banjarbaru dengan trade mark Pegawai [...]]]></description>
		<link>http://ogifajar.com/urang-banjarbaru-martapura-dan-pahuluan-dalam-nanang-klelepon.php</link>
			</item>
	<item>
		<title>RBP untuk Mentawai (3)</title>
		<description><![CDATA[Jalan Darat yang Membelah Pagai Selatan. Setelah bertemu para pengungsi dan kembali ke Sikakap untuk beristirahat &#8211; Baca tulisan sebelumnya RBP untuk Mentawai (1) &#8211; RBP untuk Mentawai (2) &#8211; kami kembali mendapat info bahwa Wagub Sumatera Barat yang sangat aktif menangani bencana Tsunami di Mentawai ternyata akan melihat secara langsung jalan darat yang melintasi pulau Pagai Selatan. Menggunakan helikopter, [...]]]></description>
		<link>http://ogifajar.com/rbp-untuk-mentawai-3.php</link>
			</item>
	<item>
		<title>RBP untuk Mentawai (2)</title>
		<description><![CDATA[Perjalanan Melihat Pengungsian Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan sebelumnya yang berjudul RBP untuk Mentawai. Perlu dijelaskan, Kab. Mentawai terdiri dari 4 pulau besar. Pertama, pulau Pagai Selatan. Kedua, pagai utara. Ketiga, pulau Sipora, Keempat pulau Siberut. Keempat pulau ini berada di sisi barat sumatera, yang berada di laut lepas samudera Hindia. Sehingga pulau-pulau tersebut pada dasarnya berbatasan langsung dengan [...]]]></description>
		<link>http://ogifajar.com/rbp-untuk-mentawai-2.php</link>
			</item>
	<item>
		<title>RBP untuk Mentawai (1)</title>
		<description><![CDATA[Jum’at, 5 Nopember 2010, Radar Banjar Peduli (RBP) memberangkatkan relawan ke Mentawai, Sumatera Barat. Keberangkatan ini bertujuan untuk melihat langsung kerusakan alam di Mentawai akibat Tsunami, serta melakukan identifikasi jenis bantuan yang paling sesuai dengan situasi dan keadaan di sana. Tim keberangkatan RBP kali ini terdiri atas tiga orang. Yakni Yohandromeda, Randu Alamsyah dan saya sendiri. Kami berangkat melalui bandara [...]]]></description>
		<link>http://ogifajar.com/rbp-untuk-mentawai-1.php</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pendidikan dan Ruang Perkotaan</title>
		<description><![CDATA[Beberapa SD (Inpres) ditutup atau digabungkan karena kekurangan murid! Demikian antara lain fenomena yang terjadi pada tahun  90’an hingga tahunan 2000’an. Lebih dari itu terdapat pula SLTP dan SLTA negeri juga mulai kekurangan murid. Berbagai alasan, penjelasan atau analisa pun beragam untuk menjelaskan fakta di atas. Salah satu alasan yang berbau promosi seperti “KB kita berhasil sehingga anak usia sekolah [...]]]></description>
		<link>http://ogifajar.com/pendidikan-dan-ruang-perkotaan.php</link>
			</item>
	<item>
		<title>Imitasi Sosial di Banjarbaru?</title>
		<description><![CDATA[Untuk Apa Pendidikan? Apa sih tujuan pendidikan? Demikian tanya seorang profesor disuatu perkulihan. Diskusi dan perdebatan kemudian terjadi namun hingga perkuliahan berakhir pun tidak menghasilkan kesimpulan pasti. Dari sekian banyak pendapat, ada satu ungkapan yang hampir diamini semua orang: Pendidikan bertujuan untuk menjadikan anak didik sebagai “manusia” (humanisme). Mengapa demikian? Karena pendidikan akan sia-sia jika seseorang, kemudian menjadi “tidak berprikemanusiaan”, [...]]]></description>
		<link>http://ogifajar.com/imitasi-sosial-di-banjarbaru.php</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kreatifitas?</title>
		<description><![CDATA[Kreatifitas adalah satu hal yang mudah diucapkan namun relatif sulit untuk dibentuk atau dibangun. Apalagi slogan “Dengan Kesenian Kita Tingkatkan Kreatifitas Remaja” misalnya, adalah slogan yang benar-benar memerlukan kesungguhan untuk mewujudkannya. Kesungguhan yang dimaksud adalah keseriusan dalam pemikiran daya dan upaya, karena kalimat romantis atau heroik saja, belum cukup untuk mewujudkan cita-cita itu. Membangun kreatifitas masyarakat melalui kesenian, tak cukup [...]]]></description>
		<link>http://ogifajar.com/kreatifitas.php</link>
			</item>
	<item>
		<title>Nara Kota yang Romantis dan Cantik&#8230;</title>
		<description><![CDATA[Beruntung sekali kami diajak Miyuki ’ibu kost’ kami yang baik untuk melihat Nara kota legendaris dalam sejarah perjalanan budaya Jepang. Nara adalah kota yang berdekatan dengan Osaka dan Kyoto, dari Osaka dengan menggunakan kereta api, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam  perjalanan. Nara memang kota wisata, sepintas jika kita berada di Nara, profil kotanya sangat mirip dengan Bogor dan kebun rayanya [...]]]></description>
		<link>http://ogifajar.com/nara-kota-yang-romantis-dan-cantik.php</link>
			</item>
	<item>
		<title>Jepang Melawan dengan Budaya</title>
		<description><![CDATA[Selain kebersihan kotanya, ada hal menarik lagi untuk ditulis tentang perilaku dan sikap masyarakat Okinawa. Sepanjang pengamatan, sikap dan pola pikir orang-orang di Okinawa cenderung sederhana dan apa adanya. Tapi di balik kesederhanaan mereka terdapat satu sikap masyarakat Okinawa yang kukuh menggenggam adat dan budaya. Refleksi adat dan budaya ini akhirnya mereka gunakan untuk melawan pengaruh peradaban barat. Di kepulauan [...]]]></description>
		<link>http://ogifajar.com/jepang-melawan-dengan-budaya.php</link>
			</item>
</channel>
</rss>

