headermask image

header image

Otonomi, SDM dan Reformasi

 

Bismillah ar-rahman ar-rahim 

Kala itu sekitar sepuluh tahun yang lalu, dalam satu acara Talk Show, di sebuah stasiun TV Nasional seorang Profesor merasa sangat terkejut atas kejatuhan rezim “Soviet Union”. Menurut beliau sebuah hegemoni kekuasaan yang telah bercokol lebih dari 70 tahun tiba-tiba ambruk melalui proses yang demikian cepat. Pada saat itu belaum ada seorangpun yang berani meramalkan apa yang dialami Uni Soviet akan pula terjadi pada rezim Soeharto di Indonesia. Bahkan dalam satu tulisan DR. Arief Budiman merasa pesimis, Soeharto akan jatuh dalam waktu cepat. Statmen sang pakar tersebut diungkapkan hanya 1-2 tahun sebelum proses reformasi yang kemudian terbukti mampu menumbangkan rezim Soeharto yang dipandang demikian kuat saat itu.

Setelah Orde baru jatuh barulah bermunculan teori A, B, C dan D tentang proses kejatuhan tersebut. Salah satu teori yang menarik untuk diperbincangkan adalah “ Teori pembagian dan Keseimbangan Kekuasaan”. Berdasar telaah teori ini, Orde Baru terlalu bersifat sentralistik sehingga hampir seluruh beban persoalan negara dipikul dan diputuskan oleh para petinggi di level atas saja (Jakarta). Baca selengkapnya »

Pendidikan dan Lingkungan Sosial

 

Bismillah ar-rahman ar-rahim

Pendidikan Untuk Apa?
Apa sich tujuan pendidikan?. Demikian tanya seorang Profesor disuatu perkulihan. Diskusi dan perdebatan kemudian terjadi. Tidak terdapat kesimpulan yang pasti hingga perkuliahan berakhir. Dari sekian banyak pendapat ada satu ungkapan yang hampir di Amini semua orang: Pendidikan bertujuan untuk menjadikan anak didik sebagai “manusia” (humanisme). Mengapa demikian ?. Karena pendidikan akan sia-sia jika seseorang, kemudian menjadi “tidak berprikemanusiaan”, “egois” atau “menipu orang lain” .

Adakah sekolah yang mengajar orang menjadi penipu atau pembohong ?. Secara eksplisit hal ini mungkin tidak pernah terjadi. Namun harus dipahami, pendidikan sebagai proses belajar, tidak hanya kegiatan mendengar dan pencatat pelajaran di sekolah atau bangku kuliah. Bandura seorang pemikir yang mengusung teori pembelajaran sosial, seperti halnya Alfred. Y. Raimer, Ivan Ilich atau Paolo Piere pada intinya mereka berpendapat : “Pendidikan bukan hanya soal duduk dan belajar disekolah !”. Baca selengkapnya »

Catatan Kaki Menjelang Sepuluh Tahun Reformasi

 

Bismillah ar-raman ar-rahim 

SEORANG rekan yang peneliti mengungkapkan pengalamannya ketika mengadakan penelitian di Propinsi Riau, “ Di atas Pipa minyak dan Gas bumi, suku Sakai (penduduk asli Riau) menjemur singkong dan ikan, disekitar pipa itulah mereka hidup dengan sangat sederhana. Sementara di bawah pipa tersebut setiap harinya, mengalir minyak dan gas bumi yang bernilai ribuan dolar “ . Dari kalimat itu dapat tergambar ironi pembangunan dan pemerataan yang sangat menusuk, serta sukar untuk dibenarkan dengan teori apapun.

Peneliti itu coba membandingkan dengan situasi sebaliknya pada negara lain, “Ketika Amerika mengalami ‘Oil Booming’ Texas sebagai titik “Booming”, banyak sekali memperoleh keuntungan, sehinga dalam kurun waktu yang singkat kota itu menjelma menjadi salah satu metropolis besar di Amerika Serikat.”. Baca selengkapnya »

Pendidikan dan Fasilitas Publik

 

Bismillah ar-rahman ar-rahim 

Pendidikan dan Karakter Bangsa
Mengapa pendidikan penting?. Seorang dosen yang profesor mengatakan: “Pendidikan akan menciptakan efek berantai yang berdampak luar biasa”. Anarkisme, tindak main hakim sendiri yang marak di negeri ini, adalah buah dari pendidikan bahwa “Hukum itu tidak penting”, tuding-menuding soal pembagunan Bandara Syamsudin noor, pengerukan alur Barito, pembangunan siring sungai depan Mesjid raya dll, pada dasarnya adalah buah dari  pendidikan bahwa “kejujuran itu tidak penting”.

Baik atau buruk keadaan suatu bangsa, pada hakekatnya ditentukan bagaimana bangsa itu dididik. Pendidikan dalam pengertian luas bukan sekedar omong-omong tentang sekolah atau perguruan tinggi. Namun jargon membangun pendidikan tanpa memberi perhatian terhadap sekolah, lembaga pendidikan atau Perguruan Tinggi adalah “OMONG KOSONG”. Sekolah dan perguruan tinggi adalah basis terpenting dari upaya membangun pendidikan. Baca selengkapnya »